17 Oktober 2008 14:54 WIB
JAKARTA (Berita) : Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ir Nurdin Tampubolon mendesak pemerintah untuk segera mengatasi kelangsungan hidup petani Sawit yang mengalami kesulitan akibat anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit .
“Hendaknya dengan kondisi tersebut Pemerintah segera bergerak cepat mengambil langkah- langkah penyelamatan secara jangka pendek dan menengah akibat gejolak harga tersebut, “ ujar Nurdin Tampubolon, pagi tadi di Jakarta, menanggapi keluhan petani sawit di Sumut dan daerah lain, seperti Sumsel, Lampug, dan Riau.
Disamping itu, Nurdin juga menyarankan kepada pemerintah untuk mempertimbangkan pencabutan kebijakan pemerintah untuk memberlakukan Pungutan Ekspor (PE) Crude Palm Oil(CPO) .
Untuk meringankan beban petani ditengah anjloknya harga TBS, Nurdin menyarankan, ada baiknya dana PE dikembalikan kepada petani dan stakeholder lainnya secara proporsional.
Dia mengakui akibat harga yang anjlok , banyak petani kepala sawit kini menunda panen TBS karena hanya memperoleh untung tipis. “Pemerintah harus segera menanggulangi anjloknya harga sawit.. Jika dibiarkan, dua hingga tiga bulan ke depan petani sawit Riau benar benar gulung tikar, “ kata Nurdin Tampubolon (aya)
source: beritasore.com
Friday, October 17, 2008
DPD Desak Pemerintah Atasi Kelangsungan Hidup Petani Sawit
Posted by
raprapmedan
at
Friday, October 17, 2008
Labels:
CPO,
Dewan Perwakilan Daerah,
Pungutan Ekspor,
Riau,
Sumut,
Tandan Buah Segar


Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment